[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 7

BAB 7

mountain_solace_by_e_mendoza-d555gm0

Namaku Kwon Yuri, umur 25 tahun. Teman-temanku memanggilku dengan panggilan Yuri ataupun hanya dengan memanggil Yul. Kini aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Flashback

Aku adalah anak dari pengusaha kaya raya. Aku hidup serba mewah, disegani dan juga dikagumi oleh banyak orang. Banyak orang tergila-gila kepadaku karena penampilan dan juga kemampuanku dalam bidang olahraga maupun skill menari. Semua orang pasti mengenalku, aku adalah Kwon Yuri artis terkenal di Korea Selatan.

 

Semua orang harus berusaha mati-matian untuk mendapatkan hatiku. Namun ketika aku mencoba menjalin suatu hubungan asmara dengan lawan jenisku dan kami berkomitmen untuk menjalani hubungan kami sebagai sepasang kekasih, dia tiba-tiba meninggalkanku dan beralih kelain hati. Aku tidak tahu kenapa orang yang paling aku sukai tiba-tiba menghianatiku dan melukai perasaanku.

 

Aku tidak lagi percaya dengan semua orang. Semua orang bagiku sama saja. Banyak orang yang mendekatiku untuk meningkatkan popularitas mereka. Aku tahu mereka semua bersikap manis didepanku namun mencelaku habis-habisan dibelakangku. Kini aku berubah menjadi sangat dingin kepada semua orang karena aku tidak percaya dengan mereka. Aku membenci semua orang. Bagiku semua orang hanya mendekatiku karena menginginkan sesuatu dariku dan memanfaatkanku untuk kepentingan mereka.

 

Aku merasa kesepian dan selalu melewati hari-hariku dengan menangis didalam kamar, tiba-tiba ada seberkas cahaya yang amat menyilaukan masuk melalui jendela. Sinar itu begitu terang hingga pandanganku menjadi buta untuk sementara. Aku mengusap-usap mataku agar kembali normal.

End Flashback

Aku menjadi kaget karena saat ini aku berada disebuah pegunungan. Suasana disekitarku amat sepi, seperti hanya aku seorang diri yang berada ditempat ini. Tak lama dari angkasa ada seberkas sinar keemasan yang turun mendekatiku.

“Selamat datang wahai manusia terpilih. Selamat datang keduniaku. Aku terpilih dan akan bermain untuk membunuh semua monster diduniaku ini.” Sinar itu bersuara.

“Apa untungnya dan apa ruginya jika aku ikut atau menolak bermain permainanmu ini?” aku bertanya kepada sinar terang itu.

“Kalau kau bisa memenangkan semua pertarungan maka kau pasti akan bisa kembali ketempat asalmu lagi. Kau bisa meminta satu permintaan kepadaku sebagai hadiah jika kamu berhasil. Jika kamu gagal, tentu saja kamu akan mati dan tidak akan pernah bisa kembali kedunia asalmu. Mudah bukan?” sinar itu menjelaskan permainannya kepadaku.

“Aku manusia biasa, tidak mungkin bisa melawan monster-monster diduniamu ini” aku berkata kepada sinar terang itu dan kemudian melihat keadaan disekitarku yang sunyi.

“Aku akan memberimu kekuatan” kata sinar itu dan pada saat itu juga aku melihat seberkas cahaya meluncur kepadaku dan aku melihat sebuah lambang ditanganku. Aku melihat lambang api.

Fire symbol

“Api?” aku bertanya kepada sinar terang itu.

“Ya! Kekuatanmu adalah kekuatan api. Kau bisa menciptakan api dan menggunakannya untuk menyerang para monster. Kau akan aku bekali dengan senjata, simpan senjata itu baik-baik karena kita hanya bertemu  saat ini saja hingga nanti kita akan bertemu lagi saat kau dapat menyelesaikan semua permainan diduniaku ini” Sinar itu mengeluarkan sinar terang dan aku melihat pisau kecil yang sudah terselip dipinggulku.

“Kau bisa menjalani semua pertarungan dengan seorang diri atau berkelana mencari manusia yang senasib denganmu diduniaku ini. Dan mulai detik ini kau akan mulai diserang oleh para monster” Sinar itu lalu menghilang.

Sejak saat itu aku bertarung mati-matian dengan para monster serigala yang bernama rex, monster kerdil yang bernama hugos dan monster raksasa bertubuh hijau dan bernama lotoz. Mereka aku bakar hidup-hidup dengan kekuatan apiku. Meskipun aku sangat kuat tetapi jika mereka muncul bersamaan dan dalam jumlah yang besar aku pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Terakhir kali aku bertarung dengan monster kerdil namun memiliki kekuatan bertarung yang cukup hebat. Mereka bergerombol dan menyerangku secara bersamaan. Aku menggunakan kekuatan apiku dan membuat bola-bola api dari tanganku dan melemparkan tepat kepada mereka. Pertarungan yang cukup lama namun telah menguras tenagaku.

Setelah berhasil mengalahkan para hugos tiba-tiba muncul Devo army dan juga Hilo yaitu monster bersayap yang bisa terbang diangkasa. Aku bertarung dengan Devo army namun karena aku kelelahan senjataku terlempar dan jatuh kedalam jurang. Aku tidak berdaya saat kekuatan untuk menciptakan bola-bola api juga melemah dengan melemahnya kekuatanku.

Devo army menyerangku dan aku hanya bisa berlari menghindar dari serangan mereka. Namun karena aku terlalu lelah dan lemah saat ini, kakiku terkena sabetan pedang para devo army. Kakiku berdarah, aku kesulitan untuk berlari karena kini aku hanya bisa berjalan tertatih-tatih.

“Tampaknya hidupku berakhir disini” aku berkata kepada diriku sendiri karena melihat para devo army sudah mengepungku dan menghujamkan pedang mereka kearahku. Aku menutup mataku dan mulai meneteskan airmata dan menunggu detik-detik kematianku.

TRANG

Aku mendengar suara pedang dan jeritan para devo army disekelilingku. Aku berusaha membuka mataku dan melihat mereka satu per satu menjadi debu. Aku melihat sesosok manusia yang berdiri didekatku membawa sebuah tombak panjang dan disekitar badannya ada banyak pedang yang mengelilinginya.

Aku melihatnya menoleh kearahku namun aku langsung jatuh pingsan. Saat aku tersadar aku kini berada disebuah goa. “Kau sudah sadar?” tanyanya kepadaku dengan suara pelan.

“Kenapa kau menolongku?” aku bertanya dingin kepadanya yang duduk tak jauh dari tempat dimana aku sedang menyandarkan punggungku didinding goa.

“Karena aku ingin menolongmu. Kenapa? Kau tidak suka?” dia bertanya kepadaku dengan polos.

“Aku tidak suka ditolong! Dan pergi dari sini!” aku berkata dingin kepadanya sekali lagi. Aku melihat raut wajahnya menjadi sedih namun akhirnya dia tersenyum dan bangun dari tempat duduknya. Dia mengeluarkan sinar dari telapak tangannya dan sinar itu berubah menjadi pedang.

“Kalau begitu ambil dan simpan pendang ini. Kau tampaknya tidak memiliki senjata untuk melawan para monster itu. Kau hanya mengandalkan kekuatanmu? Kau sungguh kuat namun untuk melawan monster kau tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan supermu. Simpan pedang itu, aku khawatir kau bisa terbunuh jika tidak membawa senjata untuk melawan monster”. Katanya sambil menaruh sebuah pedang hitam disebelahku.

“Pedang itu merupakan pedang khusus yang bisa mengeluarkan api. Aku merasa pedang itu lebih cocok berada ditanganmu karena kau memiliki kekuatan api.” Katanya sekali lagi.

Aku hanya bisa menatapnya dingin dan mengalihkan perhatianku pada api unggun yang telah dibuatnya didalam goa. Aku terus berkata kepada diriku sendiri “Dia hanya berpura-pura baik kepadamu! Sama dengan orang lain yang telah menyakiti hatimu! Jangan percaya!! Jangan percaya!!”.

Saat aku hendak berbicara kepadanya, tiba-tiba dia sudah menghilang dari pandanganku. Aku kaget dan berusaha melihat kesekeliling dan melihatnya berjalan menuju mulut goa dan keluar dari gua meninggalkanku sendirian. “Yah!!! Tunggu!!!” Aku hendak mengejarnya namun aku merasa kakiku masih terasa sakit.

Aku melihat semua lukaku telah dibalut dengan sempurna. Dan semua lukaku telah diobati, “Di…Dia mengobati semua lukaku?”.

“Kenapa dia begitu baik kepadaku?”

“Apa dia hanya akan memanfaatkanku sama seperti orang lain yang hanya memanfaatkan status dan juga pemanpilanku?”

“Apa aku terlalu kasar padanya?”

 Aku melihat sebuah pedang yang bersadar disampingku. Tanpa terasa aku meneteskan airmata, “Terima kasih telah menolongku”.

Aku melihat kearah luar mulut goa dan terus menunggu dan berharap agar dia kembali lagi. Aku tidak tahu mengapa, tetapi orang itu tidak pernah muncul lagi dihadapanku. Setelah beberapa hari beristirahat didalam gua, kekuatanku sudah kembali seperti semula. Aku berniat untuk melanjutkan petualanganku dan berharap agar bisa sekali lagi bertemu dengannya.

“Aku harus menemukannya dan mengucapkan terima kasih karena telah mengobati lukaku!”

Aku keluar dari dalam gua dan melihat kesekeliling yang mana merupakan kumpulan pegunungan tinggi menjulang keangkasa. Aku menghembuskan napas panjang, “Aku akan mencarimu!”. Aku membawa pedang hitam pemberiannya dan menyimpannya dengan baik. Aku menggunakannya dan pedang itu tampak sesuai dengan kekuatan apiku. Pedang itu dapat menyala seperti api membara jika aku menggunakan kekuatan apiku. Aku dengan mudah menyabetkan kobaran api kearah para monster yang menyerangku.

Kini walau bertarung seorang diri untuk membunuh monster bukanlah hal sulit untukku dengan adanya pedang pemberian manusia misterius yang aku temui kemarin, aku dapat membunuh banyak monster dengan sekali tebas. Saat ini selain membunuh para monster, aku memiliki tujuan untuk menemukan manusia misterius yang telah menolongku dan merawat semua lukaku saat aku terluka melawan para monster. Petualanganku dimulai dan aku hanya ingin segera bertemu dengannya lagi.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s