[NoviLimz’s Fanfic] Please Stay With Me – BAB 3

BAB 3

Dirumah Keluarga Lee –

Lee's Mansion

No Pov

“Omma! Apa tidak ada kabar dari Yuri-ssi?” tanya Lee Kwangsoo kepada ommanya yang sedang melihat TV diruang keluarga.

“Omma!” Kwangsoo memanggil ommanya sekali lagi karena ommanya tidak merespon pertanyaannya.

Nyonya Lee melirik kearah Kwangsoo dan melepas kacamatanya. Nyonya Lee tampak frustrasi karena anaknya selalu menanyakan kabar tentang rencana pertunangannya dengan Yuri.

“Dia tidak mau. Apa kau tidak mau mencari wanita lain? Huh?” tanya Nyonya Lee agak sinis.

“Tidak mau!”

“Aku hanya mau menikah dengan Yuri!” kata Kwangsoo sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil.

Nyonya Lee hanya bisa memutar kedua bola matanya karena melihat tingkah laku anaknya. Nyonya Lee berusaha tidak menghiraukan Kwangsoo dengan mengambil remote dan menyalakan saluran televisi.

Kwangsoo merasa tidak dianggap oleh ommanya akhirnya memutuskan untuk pergi mencari udara segar diluar rumah. Kwangsoo menghubungi Haha, Gary dan Jongkook untuk bertemu di Club Ellui. Kwongsoo akhirnya berpamitan kepada ommanya dan segera berangkat menuju keclub.

 Direstorant –

No Pov

“Bukankah kita masih ada waktu?” tanya Sooyoung kepada Jessica.

Jessica melihat jam tangannya dan masih menunjukkan jam 22:00 (KST), “Yup! Masih jam sembilan malam!”

“Hey! Yul, Yoong! Kalian tidak sibuk? Mau ikut bersama kami ke Club Ellui?” tanya Sooyoung sambil berharap kedua temannya mau ikut bersamanya bersenang-senang di Club.

“Aku sich Ok! Bagaimana Yoong?” tanya Yuri meminta persetujuan dari Yoona.

“Ok!” jawab Yoona singkat.

“Bagus!! Mari kita berangkat ke Club Ellui! Kita bertemu ditempat parkir terlebih dahulu, ok?”.

Jessica, Yuri dan Yoona hanya mengangguk. Jessica dan Sooyoung membawa mobil sendiri dan mereka berangkat terlebih dahulu. Yuri dan Yoona berangkat bersama dan kali ini Yoona yang menyetir mobilnya menuju ke Club Ellui.

–   Di Club Ellui –

Club Ellui

No Pov

 

Semua orang tampak asik berdansa di lantai dansa. Beberapa orang tampak berkumpul didekat bartender untuk memesan minuman. Namun beberapa orang lebih menyukai untuk bersantai disofa sambil menikmati suasana didalam club. Banyak muda-mudi yang tak segan bercumbu didalam club dan banyak sekali wanita yang berpakaian serba mini yang menjadi pusat perhatian dari para laki-laki.

Kwangsoo dan teman-temannya tampak duduk disalah satu sofa dan tampak menikmati suasana didalam club. Haha tampak asik meminum-minuman alkoholnya. Sedangkan Gary dan Jongkook selalu menggoda temannya karena mereka mengetahui temannya hingga kini selalu ditolak oleh Kwon Yuri anak dari Kwon Yungho.

“Kau ditolak lagi?” tanya Gary kepada Kwangsoo.

“Pastinya 100%!! Aku berani bertaruh!” sahut Jongkook sambil menyeringai menatap temannya yang tampak mulai cemberut.

“Aku tidak akan menyerah! Bagaimana mungkin dia tidak mau menikah denganku?” tanya Kwangsoo kepada teman-temannya.

“Yah! Kau sudah ditolak berulang kali masih belum kapok juga? Kau tidak punya rasa malu?” Haha tampak emosi melihat temannya yang terus-terusan mengejar-ngejar anak dari Kwon Yungho.

“Jangan-jangan dia menyukai pria lain?” kata Gary yang membuat Jongkook bereaksi dan menyahut, “Mungkin saja! Makanya dia tidak pernah menerima perasaanmu! Ya!! Kau mungkin benar Gary!”.

“Tidak mungkin!” sahut Kwangsoo emosi.

“Yah! Bagaimana bisa kau bilang tidak mungkin? Kau tahu kehidupan dan perasaan dari orang yang kau taksir itu? Huh?” sindir Haha yang mulai mabuk karena minum-minuman keras.

“Kau mabuk! Sudah diam saja! Itu urusanku!” jawab Kwangsoo sinis kepada teman-temannya.

Teman-temannya akhirnya membiarkan Kwangsoo duduk sendirian disofa. Gary, Jongkook dan Haha memutusan untuk turun dilantai dansa dan menari bersama dengan pengunjung lainnya. Kwangsoo hanya bisa duduk diam melihat teman-temannya dari kejauhan.

Tak lama

Keempat gadis muda itu sampai di Club Ellui. Penjaga langsung memperbolehkan keempat gadis itu untuk memasuki club. Jessica yang tampak sering mengahabiskan waktu bersenang-senang diclub membantu mencarikan teman-temannya tempat duduk yang strategis untuk menghabiskan malam mereka. Jessica memilih tempat duduk disamping kanan dekat dengan meja bartender.

Sooyoung, Yuri dan Yoona hanya bisa mengikuti Jessica dan mempercayakan semuanya kepada teman mereka. Musik menghentak-hentak membuat Sooyoung dan Jessica tampak mengikuti irama dan sedikit menggerakkan tubuh mereka saat sedang duduk disofa. Suara musik yang cukup keras membuat Sooyoung harus sedikit berteriak agar didengar oleh teman-temannya.

“Hei! Kalian tidak mau turun dilantai dansa?”

“Kau mau berdansa?” tanya Jessica.

“Kau mau menemaniku?”

“Ok!”

Sooyoung dan Jessica meninggalkan Yuri dan Yoona sendirian duduk disofa. Yuri dan Yoona hanya bisa menikmati suasana didalam club yang tampak ramai dan juga melihat teman-temannya berdansa di lantai dansa. Yoona memesan minuman dibartender didekat tempat duduk mereka. Yuri hanya bisa diam dan duduk sambil menunggu teman-temannya.

Kwangsoo dari tempat duduk yang lain melihat Yuri duduk sendirian di Club. Kwangsoo langsung tersenyum gembira karena bisa bertemu dengan gadis pujaan hatinya diclub malam ini. Tanpa membuang-buang waktu Kwangsoo bergegas meninggalkan tempat duduknya dan segera menemui Yuri.

“Hi”

“Oppa?”

“Sendirian?”

“Sedang apa oppa ada disini? Aku tidak datang sendiri, aku kesini bersama dengan teman-temanku!” jawab Yuri yang melihat Kwangsoo berdiri didepannya.

“Kau tidak menyuruhku untuk duduk?” tanya Kwangsoo.

“Ah, duduk saja jika oppa mau duduk!” jawab Yuri santai. Kwangsoo tampak senang karena bisa duduk bersama Yuri.

Sementara itu…

Beberapa mafia tampak mengawasi Yuri dari kejauhan. Mereka tertawa melihat Yuri yang duduk sendirian tiba-tiba didatangi oleh seorang pria bertubuh jangkung. Kawanan preman itu berjumlah cukup banyak dan sudah dari tadi mengintai tindak-tanduk Yuri didalam club. Mereka adalah orang yang paling ditakuti didalam club karena mereka tidak segan mengobrak-abrik club yang menentang mereka.

Boss para mafia akhirnya menginstruksikan kepada anak buahnya untuk membawa Yuri ikut bersama mereka kemarkas mereka digudang tua didekat club Ellui. Boss mafia mengetahui bahwa pria yang mendekati wanita incarannya malam ini adalah seorang aktor terkenal. Boss mafia itu berpikiran ingin menculik dan meminta tebusan kepada keluarga aktor terkenal itu dengan imbalan yang sangat tinggi. Boss mafia memang suka mencari korban wanita cantik dan seksi didalam club untuk menemaninya menghabiskan malam dengan bersenang-senang, kini Yuri yang menjadi target untuk melayani boss mafia bersenang-senang malam ini.

Yuri agak kaget setelah melihat beberapa orang mengenakan jas mendatangi mereka. Beberapa dari mereka menutupi wajahnya dengan menggunakan masker. Yuri merasa ada sesuatu yang tidak beres, namun sebelum melakukan tindakan untuk pergi dari tempat duduknya beberapa orang telah membekap mulut Yuri dan menariknya keluar dari club. Kwangsoo yang ingin menolong tidak luput dari bekapan para mafia tersebut. Kwangsoo dan Yuri dibawa menuju kesalah satu gudang tua didekat club.

Yuri sempat mengirimkan pesan ke handphone milik teman baiknya Yoona dan berharap Yoona segera membacanya dan segera datang menolongnya. Yuri tampak ketakutan karena beberapa orang itu tak segan menarik Yuri dengan kasar dan menampar Yuri jika Yuri berusaha berteriak meminta tolong. Namun beberapa pengunjung yang melihat kejadian itu hanya bisa diam karena tidak mau berurusan dengan kelompok mafia yang dikenal sangat kejam itu.

Yoona kembali dari tempat bartender tidak menemukan sahabat baiknya Yuri. Yoona mencoba melihat kearah lantai dansa namun Yoona hanya melihat Sooyoung dan Jessica. Yoona mulai khawatir dan mencoba mencari diseluruh sudut club, namun Yoona tidak berhasil menemukan Yuri.

“Kemana anak itu? Kenapa tiba-tiba menghilang?” Yoona tampak kebinggungan dan akhirnya menutuskan kembali ketempat duduknya.

Yoona membuka handphonenya dan melihat pesan baru.

From       : Yuri

Yoong! Tolong aku! Beberapa orang tampak ingin berbuat jahat! Aku diculik!

Yoona melotot kaget dan segera turun kelantai dansa untuk memanggil Sooyoung dan Jessica. Sooyoung dan Jessica awalnya merasa terganggu karena Yoona mengganggu mereka bersenang-senang dilantai dansa.

“Soo!! Jess!! Yuri diculik!!!”

“WHAT?” sahut Sooyoung dan Jessica bersamaan.

“Kau bercanda kan?” tanya Jessica kepada Yoona karena merasa Yoona sedang berbohong kepada mereka.

“Tidak!! Lihat!! Yuri mengirim pesan kepadaku!” Yoona memperlihatkan pesan Yuri yang masuk ke handphonenya. Sooyoung dan Jessica melotot kaget dan tampak kebinggungan. Jessica berlari bertanya kepada salah satu pekerja didalam club.

“Hei! Kau melihat temanku yang duduk disana tadi kan?? Kemana dia? Kau tahu? Beritahu aku!! Penting!!” Jessica tampak mendesak kenalannya didalam club untuk segera memberitahu keberadaan Yuri.

“Dia dan seorang laki-laki jangkung dibawa pergi oleh para mafia keluar dari club! Aku hanya tahu itu, selebihnya aku kurang tahu!” jawab laki-laki itu agak ketakutan.

“Mafia?? Keluar dari club?” tanya Jessica sekali lagi. Laki-laki kenalannya yang berkerja didalam club hanya bisa mengganggukkan kepalanya.

“Gawat!!! Ini Gawat!!” Jessica tampak histeris yang membuat teman-temannya tampak binggung karena tidak mengerti.

“Kalian tahu? Yuri diculik oleh boss mafia! Kalian tahu sendirikan kabar bagaimana kejamnya boss mafia?” kata Jessica agak ketakutan.

“Lalu? Bagaimana?” tanya Sooyoung sambil melihat teman-temannya.

“Bagaimanapun kita harus menolongnya! Ayo kita cari!” Yoona lalu bergegas keluar dari club dan bertanya-tanya kepada orang-orang sekitar. Setelah mendapatkan informasi, Yoona menyuruh Jessica untuk menghubungi polisi dan Yoona mengajak Sooyoung untuk menemani dirinya melihat kegudang tua dekat club Ellui untuk memastikan bahwa infomasi dari beberapa orang yang melihat Yuri dan seorang laki-laki jangkung dibawa kedalam gudang itu.

Yoona melotot kaget karena dari celah pintu dia melihat laki-laki jangkung yang dikatakan oleh orang-orang adalah Lee Kwangsoo, lelaki yang selama ini selalu mengejar-ngejar Yuri. Yoona melihat lagi dan tampak kaget karena Yuri tampak mulai digoda oleh beberapa pria dan tampaknya mereka hendak berbuat sesuatu yang tidak senonoh. Yoona tampak kebinggungan dan memutuskan untuk mencoba menolong teman baiknya itu.

“Berhenti!!” Yoona membuka pintu gudang tua itu yang membuat boss mafia dan juga beberapa anak buah mafia itu melihat kearah Yoona.

“Woohoo!! Bagus! Kita kedatangan satu lagi wanita cantik yang bisa menghibur kita malam ini!” kata boss mafia itu yang disambut dengan sorak-sorai anak buahnya yang akhirnya semua anak buah melihat kearah Yoona.

Sooyoung tampak mati kutu. Sooyoung sangat ketakutan dan cemas melihat kedua temannya kini berada didalam kepungan para mafia. Akhirnya dengan membulatkan tekad Sooyoung juga berlari masuk kedalam gudang tua itu namun sebelum itu Sooyoung mengirimkan SMS kepada Jessica untuk segera membawa polisi kearah gudang tua didekat club.

Kwangsoo melihat Yuri, Yoona dan Sooyoung tampak digoda dan mulai diraba-raba oleh beberapa anak buah boss mafia menjadi emosi. Kwangsoo melihat Yuri tampak meronta-ronta dan berteriak minta tolong. Kwangsoo berusaha menolong Yuri namun dipukul oleh beberapa orang hingga babak belur dan hampir tidak sadarkan diri. Yuri haya bisa menanggis saat beberapa orang mencoba melucuti pakaiannya.

“Berhenti!!” terdengar suara dengan logat aneh yang membuat semua pandangan dari mafia itu tertuju pada seorang  laki-laki yang berjalan santai kearah mereka.

“Ow~ Ada yang siswa yang sok jadi pahlawan?” Boss mafia itu menyeringai dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk menghabisi laki-laki itu.

Beberapa orang mulai mengepung pemuda itu. Pemuda itu hanya diam dan berekspresi dingin. Yuri, Yoona dan Sooyoung melihat kearah pemuda itu dan merasa cemas karena dia akan dikeroyok habis-habisan oleh anak buah mafia yang terkenal kejam dan tidak ada ampun. Sooyoung melirik kearah Kwangsoo yang  sudah lemas tidak berdaya karena dipukul oleh para mafia itu. Sooyoung berharap pemuda itu tidak selemah Kwangsoo dan berharap bisa mengulur waktu hingga Jessica tiba bersama polisi.

“Serang!!” boss mafia itu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang pemuda itu.

Pemuda itu hanya menyeringai dan melihat beberapa orang yang sudah berlari hendak memukulnya dengan besi, balok kayu dan juga dengan senjata tajam. Pemuda itu berancang-ancang dan akhirnya menangkis dan memukul satu persatu anak buah mafia itu hingga berjatuhan tak berdaya. Boss mafia tampak tidak percaya dengan pemandangan didepan matanya dan menyuruh anak buahnya yang lain yang dari tadi berdiri didekat Yuri, Yoona dan Sooyoung untuk ikut mengepung pemuda itu. Namun usaha untuk menyakiti pemuda itu gagal total. Semua anak buah boss mafia tampak jatuh bergelimpangan ditanah dan tampak sangat kesakitan.

“Apa-apaan ini??” Boss mafia tampak emosi dan berusaha mengeluarkan pisau lipatnya dan memutuskan untuk turun tangan mengatasi pemuda asing yang menggangu rencananya.

Sebelum menusukkan pisau lipatnya kearah pemuda itu, pemuda itu dengan sigap memegang tangan boss mafia itu dan memelintirnya hingga boss mafia itu jatuh berlutut karena kesakitan.

“ARGHH!! Ampun!! Lepaskan!!”

Pemuda itu hanya diam dan melihat kearah Yuri, Yoona dan Sooyoung. Melihat ketiga wanita yang diikat ditiang dan tidak bisa melakukan apa-apa pemuda itu merasa kasihan. Pemuda itu melepaskan genggaman tangannya dari tangan boss mafia dan berjalan menuju kearah Yuri, Yoona dan Sooyoung.

Pemuda itu membuka ikatan yang membelenggu ketiga gadis itu. Namun saat membukakan ikatan Yuri tiba-tiba Yoona dan Sooyoung tampak histeris karena melihat boss mafia itu menusukkan pisau kepunggung pemuda itu. Pemuda itu hanya bisa mengeryitkan alisnya karena menahan sakit dipunggungnya. Yuri tampak kaget dan merasa bersalah karena pemuda itu terluka saat hendak membuka ikatannya.

Pemuda itu berbalik dan akhirnya menendang boss mafia hingga terlempar cukup jauh. Boss mafia itu tampak tidak sadarkan diri karena tendangan pemuda itu yang sangat kuat. Pemuda itu berusaha melihat luka dipunggungnya namun letak lukanya tidak terjangkau pandangannya. Pemuda itu akhirnya membiarkan luka dipunggungnya dan tampak dingin melihat kearah para mafia yang sudah tak sadarkan diri. Tak lama terdengar suara sirene mobil polisi.

“Yuri!! Yoona!! Sooyoung!!” Jessica menjerit memanggil nama teman-temannya.

Polisi menemani Jessica masuk kedalam gedung dan tampak kaget dengan pemandangan puluhan anak buah boss mafia dan boss mafia sendiri terkapar tidak sadarkan diri didalam gudang. Polisi lalu menginstruksikan untuk memanggil beberapa polisi patroli untuk membawa semua panjahat ini kedalam sel tahanan. Polisi juga memanggil ambulance untuk membawa Kwangsoo yang pingsan.

Jessica memeluk Sooyoung, Yoona dan Yuri bergantian. Tak lama Jessica baru menyadari ada seorang pemuda asing bersama dengan mereka saat ini.

“Siapa dia?” tanya Jessica berbisik kepada Yoona sambil menunjuk kearah pemuda asing didekat mereka.

“Dia yang menolong aku, Soo dan Yuri! Dia juga yang membuat semua penjahat tidak sadarkan diri.” jawab Yoona yang membuat Jessica menatap pemuda asing itu dengan tatapan tidak percaya.

“Kau terluka?” tanya Yuri sambil berusaha melihat luka dipunggung pemuda yang telah menolongnya.

Pemuda itu hanya diam dan akhirnya membungkukkan badan sebelum meninggalkan Yoona, Yuri, Sooyoung dan Jessica yang tampak kaget dengan sikap aneh pemuda itu. Setelah agak lama dan melihat pemuda itu berjalan meninggalkan mereka keluar dari gedung tua itu, Yuri tersadar dan mulai mengejar pemuda itu.

“Hey!! Tunggu!!”

“Yah!! Yul tunggu kami!!”

Yoona, Sooyoung dan Jessica tampak kaget melihat temannya mengejar pemuda asing itu keluar dari dalam gedung.

“Ayo kita kejar!” Yoona mengajak Sooyoung dan Jessica mengejar Yuri yang sudah berlari terlebih dahulu didepan mereka.

Pemuda itu tampak diam dan terus berjalan. Yuri tampak emosi berusaha berlari lebih cepat lagi dan menyalip pemuda itu. Yuri kini berhenti dihadapan pemuda itu.

“Berhenti!! Tunggu dulu!!” Yuri tampak mengatur napasnya karena berlari kencang mengejar pemuda yang telah menolongnya.

“Kau..kau sedang terluka! Biar aku obati dulu lukamu!”

“Tidak usa!” Pemuda itu hendak berjalan lagi namun Yuri menghentikan langkahnya dengan memegang kedua bahu pemuda itu yang berada didepannya.

“Tunggu!!” Pemuda itu sekali lagi hanya bisa diam ditempatnya.

“Kau mau kemana? Siapa namamu?” tanya Yuri penasaran dengan pemuda dihadapannya.

“Tao! Namaku Tao!” pemuda itu tersenyum kearah Yuri yang membuat Yuri menjadi mati kutu dan mulai tersipu malu.

“Ah.. Namamu Tao?” gumam Yuri.

Yuri menatap pemuda itu dan kemudia tersenyum, “Perkenalkan namaku Kwon Yuri. Kau bisa memanggilku Yuri. Salam kenal.. Tao-ssi!”

“Salam kenal.” Tao tersenyum karena bertemu dengan teman baru pertamanya.

“Hei!!”

Yuri melihat teman-temannya berlari menuju ketempat mereka berdiri saat ini. Tao tampak binggung dan menoleh kebelakang melihat ketiga gadis yang dia lihat didalam gudang lainnya tampak menghampirinya. Yoona, Sooyoung tampak mengatur napas mereka. Sementara dari kejauhan Jessica masih berjalan santai menuju ketempat teman-temannya.

“Hei Yul! Kenapa kau meninggalkan kami digudang tua itu? Huh?” Sooyoung tampak protest kepada temannya yang tidak menghiraukan dirinya dan teman-temannya yang lain.

“Maaf!”

Yoona melihat kearah pemuda asing itu dan tersenyum, “Hei! Terima kasih telah menolong kami! Entah bagaimana nasib kami jika kau tidak datang tepat waktu!”

Tao hanya diam dan akhirnya berbicara singkat, “Tidak usa berterima kasih! Aku hanya kebetulan lewat!”

“Bagaimanapun kami berhutang budi kepadamu!” sahut Sooyoung.

“Siapa namamu?” tanya Yoona penasaran.

“Namaku Tao!” jawab pemuda asing itu. Yoona dan Sooyoung tersenyum dan bersamaan mengucapkan terima kasih kepada Tao.

Jessica melihat teman-temannya tampak asik berbincang-bincang dengan pemuda asing yang baru mereka lihat didalam gudang tua itu. Jessica segera menghampiri teman-temannya dan mencoba mengikuti perbincangan teman-temannya dengan pemuda itu.

“Lebih baik kau ikut kami! Kami akan membawamu ke dokter!” kata Yuri sambil melihat luka dipunggung Tao dengan perasaan khawatir dan bersalah.

“Tidak usah, aku tidak apa-apa!” jawab Tao santai.

“Hei! Jangan bercanda! Mana mungkin kau tidak apa-apa, aku rasa lukamu cukup dalam!” sahut Jessica yang membuat teman-temannya baru menyadari kehadirannya diantara mereka.

“Kenapa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku bukan hantu!” gerutu Jessica yang melihat teman-temannya tampak kaget dengan kehadirannya.

“Tidak apa! Aku baik-baik saja. Kalian pulang saja, sudah malam!” Tao hendak pergi meninggalkan keempat gadis itu namun langkahnya terhenti sekali lagi saat Yuri memegang pergelangan tangannya. Tao melihat kearah Yuri sambil kebinggungan.

“Biar aku antar kau pulang Tao!”

Tao tersenyum dan menggelengkan kepala, “Aku tidak tahu harus pulang kemana, jadi kalian pulang saja. Aku mau berjalan-jalan menelusuri tempat ini.”

Yuri, Yoona, Sooyoung dan Jessica agak binggung dengan jawaban Tao. Mereka saling melihat dan tidak ada satupun dari Yuri, Yoona, Sooyoung dan Jessica mengerti apa yang dimaksud oleh Tao. Jessica yang penasaran akhirnya bertanya kepada Tao, “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti! Kau seorang turis?”

“Tentu kalian tidak akan pernah mengerti apa maksudku! Kalian juga tidak akan percaya dengan ceritaku! Jadi sudahlah, cepat pulang!” kata Tao menyuruh keempat gadis itu untuk segera pulang kerumah mereka.

“Kau tidak punya rumah?” tanya Sooyoung.

Tao menghembuskan napas dan akhirnya akan mencoba memberitahu siapa sebenarnya dirinya kepada manusia di bumi untuk pertama kalinya.

“Aku bukan manusia seperti kalian. Aku datang dari galaxi lain. Aku  tersesat dan terdampar di planet ini.” Tak lama Tao hanya mendengar suara cekikikan dan tawa dari keempat gadis yang kini menjadi temannya itu. Tao hanya bisa mengernyitkan alisnya dan tampak binggung melihat reaksi dari para gadis-gadis itu.

“Sudah kuduga, kalian pasti tidak akan percaya dengan ceritaku!” kini Tao hanya bisa menatap langit dan melihat bintang-bintang diangkasa yang tampak bersinar terang.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s