[NoviLimz’s Fanfic] Please Stay With Me – BAB 2

BAB 2

Seminggu Kemudian

Yuri Pov

 

TOK TOK TOK

Aku menghela napas panjang saat Yoona menggedor pintu kamar dengan sangat keras. Aku sedang bersantai diatas ranjang sedang membaca buku novel, aku mengernyitkan kedua alisku dan berusaha melihat kearah jam beker disamping tempat tidur. Aku melotot kaget karena melihat sudah jam 17:15 (KST). Aku baru menyadari aku lupa kalau Yoona mau mengajakku keluar bersama teman-teman yang lain makan malam ditempat favorit kami.

Aku mendengar Yoona berteriak dari luar kamar, “Yuri! Satu jam lagi kita akan keluar makan malam bersama Sooyoung dan Jessica! Bersiap-siaplah! Ingat ada Jessica!!”

“Ya!!!” aku menyahut cukup keras dari dalam kamar berharap Yoona dapat mendengar suaraku.

Aku turun dari ranjang dan segera mengambil pakaian untuk hang out bersama teman-temanku. Aku bergegas menuju kekamar mandi dan segera mandi karena waktu yang tersisa tidaklah cukup banyak. Setelah selesai mandi aku segera menata rambutku dan tidak lupa memakai sedikit make-up.

“Yuri! Sooyoung dan Jessica sudah berangkat dari rumah mereka! Kalau sudah ayo kita berangkat! Aku sudah lapar!”

Aku hanya bisa memutar bola mataku dan mengela napas panjang sekali lagi karena mendengar suara Yoona dari luar kamar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa jika Yoona sudah sangat antusias untuk pergi terlebih karena urusan makanan.

“Ya! Ya!” aku menyahut sekali lagi dari dalam kamar.

Yoona adalah sabahat karibku sejak kecil. Yoona sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Lagipula keluarga Yoona masih ada hubungan keluarga dengan keluarga omma. Jadi secara tidak langsung kami bisa dikatakan masih ada hubungan kekeluargaan. Yoona dan aku sering dikatakan seperti anak kembar oleh teman-teman di universitas karena wajah kami yang hampir mirip dan kami selalu bersama diuniversitas.

Diantara teman-teman kami diuniversitas hanya aku dan Jessica yang bisa bertahan dari sifat manja, kekanak-kanakan dan sifat super usil Yoona. Namun aku tidak bisa bertahan dengan shikshin yang dimiliki oleh Yoona dan Sooyoung. Mereka berdua membuat aku harus berpikir 1000x jika ingin mengajak mereka keluar untuk mencari makan. Terkahir kali aku harus membayar $190 hanya untuk mentraktir mereka makan.

Saat aku berjalan keluar dari kamar, aku sudah melihat Yoona berada di dapur sedang memakan snack. Yoona melihatku berjalan kearahnya dan segera mengahabiskan snack yang sedang dimakannya dan membuangnya ditempat sampah.

“Ayo!”

Yoona segera mencuci tangannya dan mengambil kunci mobil dari saku celana jinsnya.

“Yul, hari ini naik mobilku saja. Tapi kau yang menyetir, Ok?” sambil menyerahkan kunci mobilnya kepadaku.

“Ok! Ayo berangkat!”

Yoona dan aku segera turun ke tempat parkir yang berada di basement apartment. Yoona mengantarkanku kearah dimana terakhir kali dia memarkirkan mobilnya.

Range Rover

Kami akhirnya berangkat menuju ke restoran tempat favorit kami untuk menghabiskan waktu makan malam bersama. Diperjalanan menuju ke restoran Yoona bertanya kepadaku, “Yul, apa appamu tidak mencarimu atau menghubungimu?”.

“Appa tidak pernah mencariku atau menghubungiku. Kenapa?” aku bertanya namun tetap fokus melihat kejalan raya karena akulah yang kini menyetir mobil.

“Aku hanya penasaran. Sudah seminggu dan appamu tidak mencarimu?”

“Appa sudah mengatakan bahwa aku bukan anaknya lagi. Jadi tidak mungkin appa akan mencariku atau menghubungi. Kau tau kan sifat appaku?”

“Apa perlu aku menyuruh appaku untuk berbicara dengan appamu?” tanya Yoona.

“Aku rasa paman Im juga tidak akan berhasil merayu appa!” aku menjawab pelan.

“Tapi Yuri…” Yoona belum menyelesaikan kalimatnya namun aku memotongnya.

“Tenang saja Yoona! Aku tidak apa-apa. Kau, teman-teman dan setidaknya keluargamu selalu memberi semangat kepadaku. Aku sudah sangat senang, karena aku merasa tidak sendirian. Hanya masalah waktu Yoona, keegoisan appa akan luntur dengan sendirinya. Aku hanya bisa menunggu.” Aku hanya bisa menyakinkan Yoona dengan perkataanku karena aku tahu saat ini Yoona merasa khawatir dengan keadaanku. Aku melihat sekilas Yoona yang duduk disebelahku hanya bisa mengangguk dan tersenyum kepadaku.

No Pov

Setelah sampai pada restorant yang dituju, Yuri segera mencari tempat parkir untuk memarkirkan mobil Yoona ditempat yang cukup dekat dengan pintu masuk restoran. Yuri dan Yoona akhirnya masuk kedalam restoran dan mereka melihat Sooyoung dan Jessica sudah duduk disalah satu meja dipojok kanan restoran yang berada dekat dengan taman.

Sooyoung melihat kedatangan kedua temannya segera melambaikan tangan kearah Yuri dan Yoona sebagai tanda bahwa mereka sudah memesan tempat untuk makan malam kali ini. Yuri dan Yoona bergegas menuju ketempat dimana Sooyoung dan Jessica telah menunggu mereka.

“Hi!” Jessica menyapa kedua temannya dan segera menepuk-nepuk kursi kosong disampingnya.

“Yoona duduk disini!”

Yoona akhirnya duduk disamping Jessica dan Yuri duduk disamping Sooyoung. Sooyoung menatap Yoona yang duduk didepan tepat disamping Jessica dengan tatapan dingin.

“Yah! Lama sekali, aku jadi kelaparan saat menunggu kalian!” gerutu Sooyoung.

Yoona tidak mau disalahkan akhirnya menunjuk kearah Yuri yang duduk tepat didepannya, “Sa..salahkan Yuri! Dia yang terlalu lama berada dikamar!”

Yuri melotot kaget karena Yoona kini menyalahkan keterlambatan mereka kepadanya. Sooyoung kini melirik kearah Yuri yang diduduk tepat disamping kanannya, “Yah! Karena kau biang keladinya, maka malam ini kau yang membayar tagihan makan malam kita!”

“Tapi bukan sepenuhnya salahku! Diperjalanan agak macet karena ada perbaikkan jalan. Jadi keterlambatan ini bukan sepenuhnya karena aku terlalu lama berada dikamar!” Yuri tidak mau disalahkan mencoba memberikan alasan kenapa mereka telat datang direstorant.

“Stop!” suara super datar membuat Sooyoung, Yuri dan Yoona melirik kearah Jessica.

“Jangan ribut karena hal sepele! Lebih baik cepat pesan makan malam karena aku sudah lapar. Sejak siang tadi aku hanya makan sebuah apel!” Kata Jessica.

“Ide bagus! Kau beruntung malam ini Kwon Yuri!” kata Sooyoung menyeringai sambil membuka buku menu didepannya.

Sooyoung, Yuri, Yoona dan Jessica tampak sibuk memilih menu makan malam mereka kali ini. Setelah sepakat akhirnya Sooyoung memanggil pelayan restoran untuk mencatat semua pesanan makanan mereka. Pelayan dengan sigap lalu segera pergi kedapur untuk menyiapkan semua pesanan makanan dari keempat gadis yang terkenal berasal dari keluarga orang kaya di Korea Selatan.

Sambil menunggu pesanan makanan mereka dihidangkan, Sooyoung, Yoona, Yuri dan Jessica memutuskan untuk berbincang-bincang. Mereka membahas tentang tugas kuliah, bergosip dan juga membahas tentang rencana membuka cafe.

“Bagaimana? Apa kita jadi membuka cafe?” tanya Sooyoung.

“Appaku menyetujuinya!” jawab Jessica santai.

“Aku ok, terserah kalian saja!” kata Yoona menimpali jawaban Jessica.

“Bagaimana denganmu Yuri?” tanya Sooyoung yang melihat Yuri tampak agak diam dari tadi.

“Aku? Em.. Aku sich ok! Tapi kali ini aku tidak bisa mensponsori lebih dari biasanya. Kalian tahu sendirikan keadaanku saat ini?” kata Yuri agak sedih.

“Tidak apa Yul. Kali ini kita akan membagi rata saham cafe 25% untuk tiap orang. Jadi kali ini tidak ada yang mendominasi saham di cafe.” Jessica melihat kearah Sooyoung dan menatap dingin kearah Sooyoung.

Sooyoung tahu Jessica agak sensitive karena sebenarnya Sooyoung lupa memberi tahu bahwa kali ini pembagian saham mereka akan sama rata. Sooyoung hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya. Tak lama pelayan membawa minuman pesanan mereka. Pelayan restoran sibuk membagi minuman kepada Sooyoung, Jessica, Yoona dan Yuri.

“Terima kasih!” kata keempat gadis itu bersamaan. Pelayan hanya tersenyum dan kembali kedapur untuk menghidangkan masakan yang telah dipesan oleh pelanggan setia mereka.

“Lalu? Kapan kita memulai membuka cafe?” tanya Yoona sambil meminum jus jeruknya.

“Bagaimana kalau mulai minggu depan? Lagi pula kita juga harus mencari orang yang bisa menjaga cafe kita saat kita sedang sibuk kuliah, bukan?” tanya Jessica kepada Sooyoung, Yuri dan Yoona.

“Ah! Aku lupa! Kita belum menemukan orang yang bisa kita beri kepercayaan untuk menjaga cafe kita!” Sooyoung tampak cemberut saat mengingat dia belum menemukan pekerja yang cocok untuk menjaga dan mengelola cafe mereka.

“Tidak apa! Kita bisa mencarinya secara perlahan. Kita bisa bergantian menjaga cafe jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan!” sahut Yuri yang membuat teman-temannya sedikit tersenyum lega.

“Baiklah kalau begitu! Kita sepakat mulai minggu depan Soshi Cafe akan diresmikan!” kata Sooyoung tampak bahagia dan lebih bahagia ketika melihat masakan pesanan mereka untuk makan malam telah tiba.

Tanpa sungkan Sooyoung langsung mengambil beberapa menu keatas piringnya dan nyaris hampir menghabiskan semua makanan yang mereka pesan. Yoona cemberut dan kini bersaing dengan Sooyoung mengambil semua makanan yang berada diatas meja makan. Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat makanan yang tersisa diatas meja mungkin tidak cukup untuk dirinya darinya dan juga untuk Jessica.

“Lagi-lagi kalah cepat!” gumam Jessica melihat Sooyoung dan Yoona menyisakan sedikit makanan untuk dirinya dan Yuri.

Bagi Yuri dan Jessica, hal seperti ini adalah hal yang biasa saat mereka pergi bersama untuk urusan makanan. Keempat gadis itu dengan bahagia melewatkan makan malam mereka dengan bersenda gurau. Tidak ada raut wajah sedih diantara mereka karena mereka selalu berbagi suka maupun duka bersama.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s