[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 6

BAB 6

Pantai

Namaku Choi Sooyoung, umur 24 tahun. Teman-temanku memanggilku dengan panggilan Sooyoung ataupun hanya dengan memanggil Soo. Kini aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Flashback

Aku hidup dan dibesarkan dalam keluarga yang bahagia. Aku mempunyai seorang kakak perempuan yang usianya dua tahun lebih tua dariku. Kakakku sangat menyayangiku dan aku juga amat menyayangi kakakku. Kedua orang tua kami sibuk berkerja sehingga aku lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan kakakku. Bagiku kakak adalah segalanya dan pelindungku selama ini.

Namun ini berawal dari ajakkan kakak perempuanku untuk pergi ketaman kota. Entah mengapa aku merasa amat malas pergi keluar rumah, namun kali ini dan tidak seperti biasanya. Kakakku terus memaksaku untuk menemaninya pergi ketaman kota. Kakakku terus memaksa hingga mendorongku terjatuh dari tempat tidurku. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi bersamanya walaupun aku malas untuk pergi ketaman kota.

Setelah berkeliling ditaman, aku merasa kelelahan dan merasa amat haus. Sinar matahari hari ini begitu terik namun tidak membuat banyak orang ditaman tampak kelelahan seperti diriku ini. Aku melihat banyak orang datang ketaman kota untuk berjalan-jalan ataupun bermain dengan keluarganya. Aku yang merasa haus memutuskan untuk membeli minuman di stand minuman didekat pohon rindang yang berada agak jauh dari bangku taman yang kami duduki.

“Aku mau membeli minum dulu unnie. Tunggu aku disini, Ok? Jangan kemana-mana!” aku berkata kepada kakakku yang tampak asik melihat segerombolan anak kecil yang sedang bermain bola dipinggir jalan didekat taman kota.

“Hemm..” unnie hanya bergumam dan aku segera pergi meninggalkannya sendirian dibangku taman.

Saat aku kembali kebangku taman dimana aku dan kakakku duduk bersama tadi, bangku itu ternyata telah kosong dan tidak ada orang yang mendudukinya lagi. Aku tidak bisa menemukan kakakku disekitar bangku taman itu. Aku terus mencari dan menoleh kesegala arah dengan harapan dapat melihat kemana kakakku pergi meninggalkan aku yang membeli minuman untuknya. Aku akhirnya dapat menemukan kakakku yang tampak berlari kearah jalan raya.

Aku melihat dari kejauhan muncul truk dengan kecepatan tinggi. Aku hanya bisa menjerit nama kakakku sekeras mungkin dari taman kota. Namun kakakku terus berlari dan tidak mendengar teriakanku saat ini.

DOARRR

“Unnie!!!!!!”

Aku menjerit histeris saat melihat tubuhnya melayang jauh setelah tertabrak truk besar itu. Orang-orang dari dalam taman kota ataupun yang berada didekat kejadian segera berlarian keluar untuk melihat tabrakan yang terjadi antara truk besar itu dan kakakku yang kini tergeletak tak berdaya dijalan raya. Aku segera melempar minuman yang aku bawa dan segera berlari ketempat dimana tubuh kakakku tergeletak berlumuran darah. Aku memeluknya dan terus memanggil namanya, namun kakakku hanya diam dan tidak merespon apapun.

“Noona tampaknya saudaramu sudah tidak tertolong lagi!” aku mendengar seseorang berkata kepadaku sambil melihat kondisi kakakku saat ini.

Aku menatap mereka dengan tatapan dingin dan penuh amarah, “Apa maksud kalian? Huh?? Unnie hanya pingsan!!”

Aku menggoncang-goncang tubuh kakakku lebih keras lagi, “Unnie! Please… Jangan mati!”

“Unnie!! Kenapa kau tidak mendengarkanku berteriak tadi? Kenapa kau terus berlari ketengah jalan raya? Kenapa kau tidak mau menungguku saja?,” aku terus menangis dan memeluk kakakku dengan sangat erat. Namun suara orang-orang disesekilingku mulai menghilang dan aku kini mendengar suara deru ombak.

End Flashback

Aku melihat yang aku peluk saat ini bukanlah tubuh kakakku yang berlumuran darah lagi, namun kini aku memeluk sebatang pohon kelapa yang berada dipinggir pantai.

“Selamat datang manusia terpilih!” suara yang cukup keras itu berhasil mencuri perhatianku. Aku melihat sebuah sinar berwarna terang keemasan melayang-layang diatas permukaan air. Sinar itu tampak mulai mendekat kepadaku.

“Apa maumu?”

“Aku ingin kau bermain dan membunuh semua monster diduniaku ini. Jika kau bisa bertahan hidup maka aku akan mengembalikanmu pulang kedunia asalmu. Kau juga boleh meminta satu permintaan sebagai hadiah keberhasilanmu kepadaku nanti!” kata sinar itu.

“Aku? Sendirian? Membunuh monster?” Aku tertawa dengan keras dan melihat kearah sinar itu sekali lagi, “Hei! Mana mungkin? Aku hanya manusia biasa!” Aku tersenyum sinis kearah sinar terang itu.

“Kau tidak sendirian. Masih ada manusia lain yang bernasib sama yang datang kedunia ini, sama sepertimu. Namun mereka tersebar secara acak dibelahan dunia ini. Jika kau mau, kau bisa mencari mereka satu per satu. Tentu tidak akan seru jika belum apa-apa kau mati ditangan para monster. Aku akan membekalimu kekuatan dan senjata untuk melindungi diri dan tentunya untuk membunuh para monster.” kata sinar terang itu yang tampak menjelaskan sesuatu kepadaku. Sebelum mulai mencerna perkataan dari sinar terang itu tiba-tiba sinar terang itu mengeluarkan tiga sinar terang kecil secara bersamaan menuju kearah dimana aku berdiri saat ini.

Dua sinar kecil itu berhenti tepat dihadapanku dan sinar lain menuju kepunggung tangan kananku. Sinar kecil itu kemudian menghilang. Kini aku melihat lambang dipunggung tangan kananku seperti lambang sebuah sinyal atau gelombang. Kini dihadapanku melayang dua senjata yaitu panah dan busur.

Logo Suara Supersonik

“Ambil senjata itu. Senjata itu bisa menolongmu disaat kau bertarung dengan para monster Hilo yang terbang diangkasa. Kau juga bisa menggunakan suara supersonikmu. Para monster akan mati setelah mendengar suara supersonikmu yang merupakan kekuatan khusus yang aku berikan untukmu. Namun kekuatan supermu hanya mampu bertahan selama 20 menit dan kau baru bisa menggunakannya lagi 10 menit kemudian.” kata sinar terang itu dengan suara yang menggelegar.

“Berikan gambaran seperti apa mereka? Aku penasaran dengan manusia lainnya!” aku bertanya sekali lagi kepada sinar terang itu.

“Sebagian dari mereka sama seperti dirimu yang merupakan tipe petarung. Namun sebagian dari mereka bukanlah tipe petarung namun mereka adalah tipe pertahanan. Ada yang unggul dalam kekuatan dan ada yang unggul dalam mempertahankan diri dari serangan para monster.” jawab sinar terang itu.

“Namun ada satu manusia yang memiliki keseimbangkan antara mempertahankan diri dan menggunakan kekuatan supernya untuk bertarung melawan monster. Dia yang terkuat diantara manusia yang lain, namun dia memiliki tugas berat karena aku memberikan cobaan yang lebih berat untuknya. Tidak akan seru jika kalian bisa dengan mudah menyelesaikan permainan dalam duniaku ini!” kata sinar itu yang kemudian tertawa dengan suara sangat lantang.

Siapa dia? Dia kawan atau lawan?

“Permainan telah dimulai! Selamat bersenang-senang!” sinar itu kemudian menghilang dari pandanganku entah kemana.

Aku bertanya-tanya dan mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi denganku saat ini. Sinar terang itu memberikan banyak informasi kepadaku namun aku masih binggung dengan apa yang dikatakannya, “Monster? Manusia lain? Manusia terkuat?“.

Aku lalu melihat panah dan busur ditanganku, “Bagaimana cara menggunakan senjata ini? Sementara aku tidak pernah melihat dunia olahraga memanah!” Aku hanya bisa menghela napas panjang dan memutuskan untuk mulai melanjutkan perjalanan dengan mencoba berjalan menyisiri pinggiran pantai yang sepi.

“Aku mungkin harus mencari manusia lain. Semakin cepat menyelesaikan permainan aneh ini, semakin cepat aku bisa pulang ketempat asalku!” aku bertekad dan benar-benar ingin pulang ketempat asalku.

Sudah berhari-hari aku bertarung dengan para monster dan aku sudah mulai bisa menguasai kekuatan dan senjata yang diberikan oleh sinar terang itu. Kini aku harus bertarung kembali dengan monster serigala dan monster raksasa yang terbang diangkasa. Aku menggunakan panah dan busur untuk melawan musuh yang terbang diangkasa dan menggunakan suara supersonikku hingga monster serigala itu hancur berkeping-keping menjadi butiran debu.

Saat bertarung dengan para monster aku merasakan keberadaan manusia lainnya yang tampak berlari kearahku. Setelah aku berhasil membunuh monster serigala dan monster burung diangkasa aku melihat manusia lainnya tampak melihatku dengan wajah kebinggungan. Namun aku melihat ada dua monster serigala berlari dengan sangat cepat dari arah belakangnya dan mungkin dia tidak mengetahui bahwa dia saat ini hampir diterkam oleh serigala yang berlari dibelakangnya.

Aku langsung mengambil busur dan anak panahku yang aku taruh dipinggangku. Dengan cepat aku memanah kedua serigala itu. Dia berhasil menghindar dari anak panahku yang melesat cepat kearahnya dan langsung mengenai kedua mosnter serigala itu hingga hancur menjadi debu. Aku cukup kagum dengan kecepatannya yang luar biasa.

Tampaknya dia salah satu manusia yang dikatakan oleh sinar terang itu kepadaku. Dia tidak lemah, namun terlihat bukan seperti tipe petarung.” Aku berkata pada diriku sendiri sambil melihatnya dari bawah kaki hingga keatas kepalanya. Aku terus memandang manusia yang kini berada dihadapanku dengan tatapan dingin.

Tak lama akhirnya dia mengajakku berbicara dan berusaha berkenalan denganku. Aku tidak tahu harus merespon seperti apa, namun aku agak senang karena beberapa hari kedepan aku tidak akan merasa kesepian lagi. Aku mengajaknya berjalan menyusuri sepanjang pantai dan terus berjalan entah kemana untuk mencari manusia lainnya.

“Hei Sooyoung! Kita mau kemana?” tanya Hyoyeon kepadaku yang terus berjalan entah kemana. Aku hanya mengangkay kedua bahuku dan melihatnya sambil tersenyum, “Entahlah, aku hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan permainan ini! Apa kau tidak ingin cepat pulang?”

Hyoyeon terdiam dan hanya mengangguk pelan, “Tapi kemana? Jangan bilang kita tersesat!”

Aku hanya bisa tersenyum mendengar Hyoyeon tampak menggerutu dibelakangku. Aku hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak mungkin kita tersesat sementara pantai yang harus dilewati sangatlah luas areanya. Aku tidak tahu berapa jauh lagi aku dan Hyoyeon bisa meninggalkan area pesisir pantai didunia asing ini. Aku hanya tahu, aku harus terus berjalan dan harus terus membunuh para mosnter yang kami temui nanti.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s