[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 4

BAB 4

Gurun di Pegunungan

Namaku Hwang Tiffany, umur 25 tahun. Teman-temanku memanggilku dengan panggilan Tiffany, Fany ataupun Pany. Kini aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Flashback

Liburan bersama keluarga adalah saat-saat yang paling aku nantikan. Kedua orangtuaku dan dapat menghabiskan waktu bersama dengan kakak dan adikku bersama divilla kami. Orangtuaku adalah pengusaha terkenal dan jarang memiliki waktu luang untuk keluarganya.

 

Kakak dan adikku juga tidak selalu berkumunikasi denganku sewaktu-waktu karena aku kuliah diluar negeri yaitu di Los Angels. Kali ini aku akan menghabiskan waktu liburan musim panas untuk pulang ke Korea dan berlibur bersama keluargaku.

 

Kami hendak memilih villa didekat pegunungan, namun hanya ada beberapa villa kosong didekat sungai. Keluargaku akhirnya memutuskan untuk menyewa villa itu karena pemandangan sungai didekat villa sangat bagus. Kami menghabiskan waktu selama tiga hari. Aku merasa sangat bosan berada divilla dan berinisiatif untuk berjalan-jalan keluar villa.

 

Aku mengambil kunci mobil dan berjalan-jalan hingga berada jauh dari villa. Tiba-tiba cuaca berubah menjadi sanget tidak bersahabat. Hujan badai tiba-tiba muncul dan membuatku tidak bisa pulang kevilla untuk berkumpul dengan keluargaku. Aku hanya bisa diam dan berlindung dari badai didalam gedung stasiun kereta api.

 

Kilat dan gemuruh selalu terdengar. Hujan tak kunjung reda dan badai bertiup sangat kencang. Beberapa orang disekitarku tampak ketakutan. Aku rasa mereka juga tidak bisa pulang kerumah mereka. Tak lama dari kejauhan terdengar suara gemuruh air. Aku tidak tahu apa itu tapi dengan cepat aku melihat air dengan ketinggian hampir satu meter terus bergerak melewati stasiun kereta api dengan sangat cepat dan arus yang sangat kuat.

 

Aku berpegangan agar tidak ikut hanyut mengikuti air bah yang entah datang darimana. Semua orang tampak histeris dan berusaha berpegangan pada benda yang bisa dijadikan pegangan mereka. Hampir 30 menit arus air bah itu mulai menyusut. Aku melihat banyak pohon dan barang-barang berserakan dan sebagian hanyut mengikuti arus air.

 

Aku mulai khawatir dan berusaha untuk segera pulang ke villa untuk melihat keadaan keluargaku. Aku sangat khawatir dengan keadaan mereka karena tidak ada satupun dari keluargaku yang bisa aku hubungi saat ini.

 

Namun aku terkejut setelah salah satu orang didalam stasiun tampak berbicara dengan kerabatnya, “Villa – villa didekat hulu sungai banyak yang hancur karena diterjang oleh air bah yang datang dari bendungan didekat sungai. Tim penolong berusaha mencari korban yang hanyut dan mati di villa dekat hulu sungai. Villa-villa yang berada di pegunungan hanya mengalami kerusakkan ringan.”

 

Aku melotot kaget. “Villa didekat hulu sungai?”, “Hulu sungai?”, “Villa?” Aku terus mengulang-ulang pertanyaan itu dalam pikiranku. Aku mulai meneteskan air mata dan segera naik mobil untuk segera kembali ke villa.

 

Namun melihat dari 5 kilometer sebelum mencapai villa, aku melihat keadaan yang amat menyedihkan. Banyak rumah roboh dan banyak korban berjatuhan dijalan. Aku segera keluar dari mobil dan segera berlari sejauh 5 kilometer menuju kearah villa. Beberapa villa sudah tidak berbentuk lagi dan bahkan sudah menghilang dari tempatnya. Aku mencari villa dimana keluargaku tinggal dan “Hilang”.

 

Aku jatuh lemas dan mulai menangis histeris. “Keluargaku!! Aku kehilangan keluargaku!!”. Semua ini karena bendungan bodoh yang tidak dapat membendung volume air karena hujan badai!!”. Aku mulai berteriak histeris dan menangis tersedu-sedu, “Andai aku bisa melindungi kalian dari terjangan air bah itu!! Kalian pasti masih hidup!! Kini… Kini aku harus hidup sendirian!! Kemana aku harus mencari kalian?? Aku tidak mau hidup sendirian didunia ini!!”

 

Aku terus menangis dan akhirnya aku jatuh pingsan. Aku terbangun saat merasakan angin kencang menerpa tubuhku dan aku merasa tubuhku mulai tertutup oleh pasir. Aku membuka mata saat aku melihat butir pasir kecokelatan disekelilingku. Aku dengan sigap segera berdiri dan melihat kesekelilingku.

End Flashback

“Dimana aku?? Kenapa tiba-tiba aku berada…berada di gurun?” Aku tampak kebinggungan.

“Selamat datang keduniaku, wahai manusia!” aku terkejut dengan suara yang cukup keras. Aku melihat sebuah sinar tampak mengelilingiku. Aku tidak percaya sinar itu dapat mengeluarkan sebuah suara. Kini aku hanya berharap semua ini hanya mimpi.

“Kau terpilih menjadi salah satu manusia yang akan bermain didalam duniaku. Jika kau bisa memenangkan pertandingan dengan semua monster dari duniaku ini, maka kau dapat pulang kedunia asalmu dan mungkin dapat meminta satu permintaan dariku” kata sinar itu kepadaku yang membuatku tersadar dari lamunanku.

Belum sempat bertanya sinar itu mendekati tanganku dan kembali menjauh dariku. Aku melihat sebuah logo pada pergelangan tanganku. “Tanah?” aku kembali melihat kearah sinar itu. “Untuk apa ini?”

earth

Sinar itu kembali mendekatiku dan kini sebuah sinar muncul dari dalam sinar berwarna keemasan itu. Perlahan-lahan sinar itu berubah menjadi sesuatu dan melayang mendekatiku. “Aku memberimu bekal senjata untuk melawan monster-monster yang mungkin saat ini sudah akan berusaha membunuhmu.”

Senjata itu jatuh kepasir digurun yang amat luas ini. Aku mengambil senjata pemberiannya. “Kau ingin aku bermain dengan membunuh semua monster? Aku akan mengabulkan permintaanku jika aku berhasil memenangkan pertandingan ini kan?” Aku mulai bertanya kepada sinar itu. “Tentu, jika kau masih bisa bertahan hidup.”

“Apa aku sendirian disini?” Aku bertanya kepada sinar itu lagi. Sinar itu mulai bergerak menjauh dariku, “Kau kau mau, cari saja manusia yang memiliki nasib yang sama denganmu diduniaku ini. Aku harap kau masih bisa hidup untuk mencari mereka.” Sinar itu lalu menghilang dari pandanganku.

“Apa-apaan ini? Aku tidak mengerti!!” Aku kini mulai melihat penampilan anehku. Aku melihat senjata pemberiannya, “Sebuah kapak?”. Aku melihat logo dilenganku, “Tanah?”. Aku menjadi kebinggungan dan mulai mengacak-acak rambutku.

Aku mulai berjalan menyusuri gurun pasir yang amat luas ini. Tak lama muncul sosok raksasa ditengah gurun. Aku melotot kaget saat melihat monter yang tinggi besar berjalan menuju kearahku. “Ini gila!! Bagaimana aku bisa hidup kalau aku harus dua monster raksasa sendirian seperti ini?” Aku menjadi kebinggungan karena aku masih belum tahu apa kekuatanku saat ini.

Tanah digurun bergetar karena hentakkan kali kedua monster Lotoz yang kini sudah mendekat kearahku. Aku hanya bisa pasrah dan mulai berlari kearah mereka, “Menang kalah tidak masalah! Karena aku sudah tidak punya keluarga lagi!!”.

Monster itu menyerangku dan aku terus menebas kapak kearah monster itu. Mereka tampak kesakitan saat terkena sabetan kapak milikku. Namun mereka tetap menyerangku, aku terlempar jauh dan terjatuh saat salah satu dari mereka meninjuku. Aku kesakitan karena raksana itu memukulku dengan amat keras.

Aku menjadi marah dan mulai menggengam pasir dengan tanganku. “AHHHH!!!” Aku menjerit namun tiba-tiba tanah bergetar dan aku melihat monster-monster itu tertutup oleh pasir-pasir dari gurun ini.

Aku dengan sekuat tenaga memukul bumi dan tiba-tiba muncul batu-batu yang amat besar dari dalam pasir yang menghantam monster-monster itu. Aku melihat tak percaya, “Aku bisa melakukan hal itu? Jadi, aku mempunyai kekuatan untuk menggendalikan tanah?” Aku menyeringai dan kembali memukul pasir dihadapanku dan muncul batu yang mirip dengan tombak panjang yang kini melayang didepanku.

“HIAT!!!” aku memukul batu itu dengan kapakku dan segera mengenai monster yang berada didekatku dan aku langsung melempar kapakku ke salah satu monster yang sedang berusaha meloloskan diri dari cengkraman bumi dikakinya. “JLEB” kedua monster itu mati dan hancur menjadi serpihan abu karena batu runcing raksasa dan senjata kapakku tepat mengenai jantung mereka.

Debu pasir gurun dipegunungan kini bertebaran membuat jarak pandang disekelilingku menjadu agak samar karena pengaruh kekuatanku saat bertarung dengan monster raksasa yang bernama Lotoz. Tiba-tiba aku merasakan kehadiran seseorang.

 “Aish~ jangan-jangan monster lagi!” Aku berjalan kearah bayangan diantara debu pasir digurun. Semakin lama aku melihat sosok seperti manusia yang menatapku dingin.

Aku mengangkat alisku dan menatapnya dengan tatapan sinis, “Dia manusia juga kan?”

Aku hanya berdiri berhadapan dengannya. Kami saling diam satu sama lain. “Apa dia yang dimaksud oleh sinar keemasan itu?” Aku melihat sosok perempuan membawa tombak dan tameng ditangannya, dia bertubuh pendek dan tampak lemah.

“Meskipun aku menemukan teman, bukan berarti dia bisa meringankan bebanku untuk melawan monster.” Aku mulai berpikiran lebih baik aku bertarung seorang diri dibandingkan harus diberi beban menjaga manusia lemah lainnya. Namun aku akan melihat terlebih dahulu seperti apa kekuatan yang dimilikinya, mungkin saja dapat membantuku untuk menuntaskan permainan didunia asing ini.

Aku melihatnya sekali lagi dan tersenyum kearahnya, “Kau juga terjebak didunia aneh ini kan?”

Akhirnya aku melihat dia tersenyum kepadaku, “Syukurlah!! Kau dapat melindungiku dari monster-monster itu!!” sambil tertawa girang.

“Mmohh??? Me..Melindungi?” Aku bertanya kepadanya yang berhenti tertawa dan mulai melihat kearahku. “Ya! Karena aku bukan tipe petarung sepertimu. Tapi.. Aku akan berusaha untuk melindungimu!!” katanya sambil berjalan kearahku.

“Ayo! Kita mencari manusia lainnya!” katanya sambil berjalan dan berhenti sejenak dihadapanku.

“Aku harap bukan hanya kita berdua saja yang berada ditempat aneh ini. Oh ya, namaku Sunny! Salam kenal!” katanya sambil berjalan melewatiku. Aku hanya bisa berjalan dibelakangnya karena aku tidak tahu harus kemana dan lagipula aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi.

Setelah agak lama diam dan berjalan bersama ditengah hamparan gurun ditengah pegunungan akhirnya aku mulai berbicara kepadanya, “Namaku Tiffany! Salam kenal Sunny!”. Sunny menoleh kearahku dan tersenyum. Kami akhirnya meneruskan perjalanan kami menyelusuri gurun ditengah pegunungan.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s