[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 3

BAB 3

Hamparan Gurun

Namaku Lee Sunkyu, umur 25 tahun. Teman-temanku memanggilku dengan Sunny karena aku tidak suka jika mereka memanggilku dengan panggilan Sunkyu. Kini aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Flashback

Aku berasal dari keluarga sederhana yang banyak memiliki hutang. Aku hanya tinggal dengan seorang kakak, karena kedua orang tuaku sudah tiada sejak aku masih berusia 15 tahun. Kakakku terlilit banyak hutang karena untuk mencukupi kebutuhannya dan juga kebutuhanku.

 

Aku sudah berusaha untuk membantu melunasi hutang-hutang yang dipinjam oleh kakakku. Aku memutuskan untuk berhenti sekolah sejak orang tuaku meninggal. Aku bekerja di restoran dan menjadi pelayan untuk mencukupi kebutuhanku dan membayar hutang.

 

Saat pulang kerja, aku melihat kakakku yang tampak ketakutan berlari mendekatiku. “Kenapa lagi dengannya? Kakak tampaknya sangat ketakutan. Mungkin dia sedang dikejar-kejar oleh penagih hutang” aku berpikir sambil melihat kakakku yang kini kehabisan napas didepanku.

 

Aku melihat kakakku yang kini benar-benar berada dihadapanku dan dia tampak ketakutan dan mulai mendekatiku. Napasnya tersengal-sengal dan tampak terburu-buru bertanya kapadaku, “Sunny-ah, kamu punya tabungan kah? Bisakah kakak meminjamnya?” tanya kakakku agak gugup sambil selalu melihat kearah belakang.

 

“Berapa yang kamu perlukan?” aku bertanya kepada kakakku.

 

“5 juta won Sunny, bisakah kamu meminjamkan uangmu kepadaku?” tanya kakakku sekali lagi.

 

Aku melotot saat mendengar 5 juta won “Aish…Kau tidak sedang bercanda kan? Mana mungkin aku punya uang sebanyak itu? Aku hanya ada 500 ribu won saat ini” kataku sambil melihat kearah kakakku.

 

Tiba-tiba kakakku berlari menjauh dariku. Aku kaget dan memanggil kakakku, “Oppa!! Tunggu dulu!! Kau mau kemana??”

 

Tak lama beberapa orang dengan pakaian hitam tampak mengejar kakakku. Mereka melewatiku dan berlari mengejar kakakku. Aku kaget karena aku melihat orang-orang yang berpakaian hitam itu tampak membawa senjata tajam. Aku ikut berlari mengejar dan mengikuti kemana mereka berlari saat ini.

 

Namun kecepatanku tidak secepat anak laki-laki sehingga aku agak tertinggal jauh dibelakang. Saat aku sampai dipinggir sungai, aku melihat segerombol orang berpakaian hitam tampak dengan kejam memukul dan menusuk kakakku dengan senjata mereka.

 

“HENTIKAN!!!!! TOLONG HENTIKANNN!!!!!” aku mejerit dan berlari kearah mereka.

 

Segerombolan pria berbaju hitam melihat kearahku dan tersenyum sinis. Aku melihat kakakku yang sudah berlumuran darah dan tampak lemas tertidur ditanah. Aku menembus gerombolan orang itu dan dengan segera pergi kesisi kakakku “Apa mau kalian??? Kenapa membuat kakakku menjadi seperti ini?? KATAKAN!!!” aku menjerit kearah mereka.

 

Mereka hanya tersenyum sinis, salah satu orang dari mereka berkata kepadaku “Orang yang tidak berguna harus dimusnahkan! Dia tidak bisa membayar hutang-hutangnya, lebih baik dihabisi saja!” sambil menyuruh teman-temannya pergi dari hadapanku.

 

Aku melihat kearah kakakku yang kondisinya makin kritis karena kehabisan darah “Kakak, aku mohon bertahanlah! Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu dikejar oleh penagih hutang? Jika aku tahu, aku…aku pasti akan melindungimu!!!” kataku sambil menangis tersedu.

 

“Su..Sunn..Sunny-ah!! Maafkan aku…Selama ini aku telah…te..telah merepotkanmu dan menyusahkanmu. Aku ha..hanya bisa berhutang, dan ka..kamu yang mem..membayar hutang-hutangku. Maafkan ka…kakak Sunny-ah!!” kakakku pun muntah darah dan jatuh lemas ketanah.

Aku kaget dan menangis histeris “Yah!!! Bangun!!! Kakak!!! Aku mohon kakak!! Bangunlah…Kenapa kamu meninggalkan aku sendirian? Kini aku harus tinggal dengan siapa? Kakak!!!” sambil mengguncang-guncang tubuh kakakku yang telah kaku.

 

Aku menangis sampai jatuh lemas ketubuh kakakku yang telah kaku “Kakak…andai saja aku mempunyai kekuatan untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi, mereka pasti akan tetap hidup dan hidup bersama denganku. Se..selamanya kan?” kataku berbisik kepada kakakku. Aku akhirnya jatuh tertidur didada kakakku.

 

Aku terbangun saat mendengar deru angin. Aku membuka mata dan kaget melihat lingkungan sekitarku yang tampak hamparan pasir yang amat luas.

End Flashback

“Dimana aku?? Bukankah aku berada dipinggir sungai? Kakak?? Dimana kakakku??” sambil melihat kelingkungan sekitar. “Aku berada di gurun? Kenapa bisa tiba-tiba berada di gurun? Apa pula yang aku kenakan? Bajunya tampak aneh dan bukan baju yang aku pakai seperti malam kejadian itu?” sambil melihat pakaian yang aku kenakan.

Angin berhembus sangat kencang dan tiba-tiba muncul sinar yang amat terang dihadapanku. Aku kaget karena hal ini tampak aneh dan tidak seperti keadaan biasanya.

“Selamat datang keduniaku, wahai manusia terpilih!!” kata sinar itu kepadaku yang masih kebinggungan dengan keadaanku saat ini.

“Apa maumu? Kenapa tiba-tiba aku ada ditempat asing ini?” kataku sinis kepada sinar terang itu.

“Kamu terpilih untuk bermain diduniaku. Jika kamu bisa terus bertahan, aku akan mengembalikanmu kembali kedua asalmu. Tidak hanya mengembalikanmu kembali kedunia asalmu, aku juga akan mengabulkan satu permintaanmu. Permintaan apa saja” kata sinar itu kepadaku.

“Heh?? Kau tidak sedang bercandakan? Kau gila? Aku harus melakukan apa? Jangan katakan bahwa aku harus melawan makhluk asing ditempat ini! Aku hanya manusia lemah, mana mungkin bisa bertahan ataupun melawan makhluk tertentu ditempat ini! Kau tidak tahu, kakakku mati karena aku tidak bisa melindunginya!” kataku sinis kepada sinar terang itu.

“Hahahahaha…tentu saja aku tidak akan senang jika kamu langsung mati dibunuh oleh monster-monster diduniaku ini. Aku akan memberikan kekuatan untukmu dan senjata untuk mediamu melawan monster-monster! Bagaimana kau setuju?” kata sinar itu menantang.

“Benarkah jika aku bisa terus bertahan dan mengalahkan semua monster-monster kamu akan mengirimku pulang kedunia asalku dan mengabulkan satu permintaanku?” tanyaku untuk menyakinkan diriku sebelum mengambil keputusan.

“Tentu saja! Selama bertarung melawan monster dan melakukan perjalanan menjelajahi duniaku, kamu dapat bertemu dengan manusia-manusia lain yang senasib denganmu” kata sinar itu kepadaku. “Baik!! Aku terima tantanganmu!” kataku menantang sinar terang itu.

Sinar berwarna keemasan meluncur dengan cepat dan menabrak lengan ditanganku. Aku melihat ditanganku tiba-tiba terdapat simbol perisai.

shield

Sinar terang itu melepas sinar keemasan lagi kepadaku. Sinar keemasan itu berhenti dihadapanku dan berubah menjadi perisai dan tombak. Aku tampak membeku dengan apa yang aku lihat. Aku masih tidak percaya dengan semua ini.

“Aku telah memberikan kekuatan seperti yang kamu harapkan sebelum datang ketempat ini, kekuatanmu adalah kekuatan untuk melindungi dirimu sendiri dan orang lain dari serangan monster. Kamu dapat menggunakan senjata yang aku berikan untuk membunuh monster. Selamat bermain!” kata sinar itu dan menghilang dari hadapanku.

Aku mengambil senjataku dan mulai berjalan menyusuri gurun. Setelah jauh berjalan, tiba-tiba ada dua monster serigala entah datang dari mana. Aku kaget, dan bertarung dengan mereka menggunakan senjataku. Cukup sulit untuk mengalahkan mereka, aku sampai pontang panting mengerahkan seluruh tenagaku untuk membunuh kedua serigala itu. Aku kewalahan karena aku melawan dua monster sekaligus.

Serigala yang lain tampak ingin melukaiku dengan cakarnya yang tajam. Aku menutup mata, namun tidak merasakan apa-apa. Aku membuka mata dan melihat disekelilingku ada lapisan seperti gelembung yang melindungiku. Serigala itu bertubi-tubi melancarkan serangan, namun lapisan pelindungku tidak pecah atau rusak. Aku menggunakan kesempatan untuk menusuk para serigala itu dengan senjataku. Satu per satu monster akhirnya mati.

Aku meneruskan perjalananku, dan berjalan jauh hampir ratusan mil. Tidurpun aku hanya melindungi diriku dengan lapisan pelindung, disaat badai pasir datang pun aku menggunakan lapisan pelindungku untuk melindungiku. Aku merasa sangat kesepian.

Setelah berjalan hampir 2 hari kini aku tiba didekat hamparan gunung ditengah gurun. Aku melihat seseorang tampak sedang bertarung dengan monster raksasa. Aku tidak seberapa jelas melihat pertarungan mereka, karena terhalang oleh badai angin digurun. Aku melihat seorang wanita dengan pakaian mirip denganku bertarung dengan sengit melawan dua monster raksasa.

Kedua monster raksasa itu akhirnya mati. Aku melihat seseorang yang melawan monster itu berjalan menuju kearahku berdiri. Aku tampak bersiap-siap, karena aku masih tidak tahu dia merupakan kawan atau lawan.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s