[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 2

BAB 2

River in Forest

Namaku Jung Jessica, umur 25 tahun. Aku juga biasa dipanggil Jessi atau Sica oleh teman-temanku dan keluargaku. Aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Fashback

Aku suka bernyanyi dan berniat untuk mengikuti audisi menyanyi disekolah. Aku tidak pulang kerumah setelah pulang sekolah, aku langsung mendaftar dan mengikuti audisi. Setelah mengikuti audisi, aku dinyatakan lolos dan dapat mengikuti audisi berikutnya. Aku senang sekali, namun kegembiraanku berakhir sampai disini. Handphoneku berbunyi dan aku melihat nomer yang tidak aku kenal ada dilayar handphoneku.

 

Jessika             : hallo?

Noname           : hallo? Benar ini nomer Jung Jessika?

Jessika             : Ya benar, siapa anda?

Noname           : Maaf, aku hanya ingin mengabarkan bahwa rumahmu saat ini terbakar! Kalau bisa cepatlah datang kemari!

Jessika             : APA???? T..Ter..Terbakar????

Noname           : Ya..Cepatlah!!

 

Aku segera menutup telepon dan segera meninggalkan tempat audisi. “Rumahku kebakaran?? Tidak mungkin, pasti orang itu bohong!!” kataku sambil terus berlari mengambil kunci mobil. Rumahku berada agak jauh dari kota, dan berada ditempat terpencil yang memang agak sulit dijangkau. Hanya ada beberapa rumah yang letaknya cukup jauh dari rumahku, tempat yang tepat untuk menghindar dari hiruk-pikuk kota.

 

Sesampainya dirumah aku melihat ambulance pergi dari area rumahku. Aku melihat beberapa tetangga sudah mengerumuni rumahku yang nyaris rata dengan tanah. Aku berlari dan bertanya kepada orang yang berdiri didekat rumahku yang hangus terbakar “Di..Dimana keluargaku??? Kau tahu dimana Ayah, Ibu dan adikku??? Tolong katakan dimana mereka???” sambil terus bertanya kepada mereka yang menatapku dengan pandangan kosong.

 

Seorang tetangga mengatakan kepadaku dengan agak gugup “Maaf noona, kami telah berusaha untuk menolong keluargamu yang terjebak didalam rumah. Namun apa daya, sulitnya mendapatkan sumber air diarea ini karena musim kering mengakibatkan kami gagal menyelamatkan keluargamu” sambil tertunduk.

 

“Tidak..Tiddakkk!!! Kau pasti bohong!! Kau pasti bohong kan??? Jadi maksudmu? Keluargaku tak tertolong?” kataku sambil menatap tetanggaku tidak percaya. Aku mulai menangis. Tetanggaku mulai meninggalkanku dan bekas rumahku satu per satu. Kini hanya aku seorang diri. “Kenapa?? Kenapa tidak adil?? Kenapa keluargaku tidak bisa tertolong??” aku menjerit.

 

“Andai aku punya kekuatan untuk memadamkan api, tentunya keluargaku saat ini tidak akan meninggalkanku seorang diri seperti ini!” kataku sambil terus menangis. Aku terus menangis hingga menjadi lemas. Akhirnya aku terjauh dan pingsan. Aku terbangun saat terdengar suara air mengalir. Saat aku membuka mata, aku kaget dengan lingkungan baru yang sangat asing bagiku.

End Flashback

“Di..Dimana aku?? Kenapa tiba-tiba bisa berada ditempat ini?” sambil melihat aku tertidur diatas batu di dekat air terjun namun tampaknya aku berada didalam hutan rimba. Aku melihat bayanganku dalam air dan aku kembali kaget “Apa..Apa-apaan ini? Kenapa aku berpenampilan seperti ini? Kenapa aku memakai baju yang aneh ini?”.

Aku melihat ke lingkungan disekitarku. Aku merasa bulu kudukku berdiri “Tidak ada orang? Hanya aku saja?”. Aku mulai ketakutan hingga tiba-tiba muncul sinar putih yang amat terang yang menyilaukan mata.

“Selamat datang diduniaku!! Wahai manusia terpilih!!” kata sinar itu.

“A..Apa maksudmu???” aku binggung dengan maksud sinar terang itu.

“Kamu adalah salah satu manusia pilihan yang datang keduniaku untuk menuntaskan permainan. Jika kamu bisa menuntaskan permainan didunia kami, maka kamu dapat pulang kedunia asalmu. Tidak hanya itu, aku akan mengabulkan satu permintaanmu” kata sinar itu kepadaku.

“Mengabulkan permintaan?? Permintaan apa saja?” tanyaku antusias.

“Tentu saja!! Kamu tertarik?” tanya sinar itu kepadaku.

“Permainan apa yang harus aku tuntaskan? Jelaskan kepadaku terlebih dahulu!!” kataku menantang pada sinar terang itu.

“Hahaha..Menarik! Baik.. Jika kamu dapat mengalahkan semua monster yang ada diduniaku ini, maka kamu memenangkan permainan ini. Jika tidak, nyawamu yang akan melayang ditempat ini dan itu berarti kau tidak bisa meminta permohonan kepadaku dan tidak bisa pulang kedunia asalmu! Bagaimana? Masih berminat?” tanya sinar itu tampak seperti mengejekku.

Aku berpikir, aku telah kehilangan keluargaku. Jika kehilangan nyawa ditempat asing ini juga tidak ada pengaruhnya sama sekali. Saat ini hanya aku seorang diri dan nyawaku tidak ada artinya.

“Baik!!! Aku akan menerima tantanganmu!! Namun, aku hanya manusia biasa, tidak akan mungkin bisa melawan monster-monster yang pastinya mempunyai kekuatan yang luar biasa! Tidak adil untukku jika seperti itu bukan?” kataku sambil tersenyum licik kearah sinar terang itu.

“Hahahaha… Kau manusia yang menarik! Baik, aku akan memberikan kekuatan untukmu” kata sinar itu yang melontarkan sinar keemasan ketubuhku. Aku merasakan sinar keemasan itu menabrak tubuhku. “Aku juga akan memberikan senjata untukmu!” kata sinar itu lagi, dan sekali lagi aku melihat sinar keemasan meluncur masuk kedalam air terjun.

Aku tampak kebinggungan “Apa yang kamu berikan kepadaku? Sepertinya tidak terjadi apa-apa?” aku menyindir sinar terang itu. Namun tiba-tiba dari dalam air terjun melayang sebuah senjata yang terbang mendekatiku dan jatuh tepat didepanku.

“Aku memberikan kekuatan yang kamu inginkan sebelum kamu terpilih datang keduniaku. Kekuatanmu adalah kekuatan untuk mengendalikan unsur air dan kamu dapat mengubah segala sesuatu menjadi es. Aku juga memberikan keahlian khusus untukmu sehingga bisa mengubah air menjadi es. Itu senjata yang aku bekali agar kamu dapat melawan monster. Aku memberikan trisula kepadamu” kata sinar terang itu kepadaku.

Aku makin kebinggungan “Berarti semua ini nyata?” kataku kepada diriku sendiri.

“Tentu saja ini nyata! Hahahaha… Jika kamu merasa sendirian, lebih baik mulailah bertualang untuk membunuh monster-monster. Siapa tahu ditengah perjalananmu, kamu dapat menemukan teman-teman dari duniamu yang senasib dengan dirimu! Mulai saat ini monster-monster telah mengetahui keberadaanmu. Bersiap-siaplah untuk bertarung!” kata sinar itu yang langsung lenyap dari hadapanku.

Aku melihat kearah punggung telapak tanganku dan aku bergumam, “Tampaknya dia tidak bercanda!” karena saat ini aku melihat lambang es ditanganku.

Logo Ice

Sudah dua hari aku berkelana di pinggiran sungai. Aku telah mencoba kekuatanku dan aku menyukainya. Sudah banyak monster serigala yang aku bunuh, dan aku mengetahui bahwa kekuatan spesialku hanya dapat bertahan dalam jangka waktu 30 menit. Lebih dari 30 menit aku harus bertarung manual dengan menggunakan senjata.

Aku kecapekan dan ingin beristirahat dipinggir sungai. Tiba-tiba ada lima monster serigala yang menyerangku. Aku bertarung dengan menggunakan senjataku, dan membunuh dua monster sekaligus. Aku akhirnya menggunakan kekuatan es untuk membekukan dua serigala lainnya dan memecahkan mereka menjadi berkeping-keping dengan trisulaku. Aku menggunakan kekuatan airku untuk membuat serigala terakhir mati ditanganku.

Setelah puas bertarung, aku mendengar suara orang dibalik semak-semak. Aku melihat kearah semak-semak dan berteriak “Siapa disana? Keluarlah!! Mari bertarung denganku!!!” sambil melemparkan trisulaku kearah semak-semak yang akhirnya menancap dipohon.

Akhirnya seseorang keluar dari semak-semak. Aku melihat makhluk kecil, berpakaian sepertiku dan membawa tongkat ditangan kanannya. Aku melihat dia tampak ketakutan melihatku. “Apakah dia yang dimaksud oleh sinar terang itu?? Tampaknya dia akan menjadi beban untukku!!” kataku dalam hati sambil menatap orang itu dengan tatapan dingin.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s