[NoviLimz’s Fanfic] Fight For One Wish – BAB 1

BAB 1

The Forest

Aku Kim Taeyeon, umur 25 tahun. Panggil saja aku Taeyeon. Aku memiliki banyak nama panggilan salah satunya Tae-Tae, ByunTae. Aku akan menceritakan sedikit siapa aku dan kenapa aku bisa sampai ditempat asing ini.

Flashback

Aku seorang artis terkenal di Seoul, saat ini popularitasku sedang berada dipuncaknya. Saat ini aku sedang mempersiapkan diri untuk konser soloku yang pertama. Aku mengetahui bahwa keluargaku ingin datang dari jauh untuk melihat dan mendukungku dikonser pertamaku. Aku sudah mempersiapkan diri untuk menampilkan yang terbaik.

 

Namun semuanya berubah saat aku mendengar berita bahwa keluargaku mengalami kecelakaan mobil. Aku benar-benar sedih dan shock dengan berita tersebut. Keluargaku meninggalkan aku untuk selama-lamanya karena hendak menonton konser pertamaku. Hatiku hancur. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Andai saja aku dapat menghentikan waktu dan mengulang disaat keluargaku hendak berangkat menuju konserku, aku akan mencegah mereka datang.

 

Aku pun pingsan dalam kesedihanku. Semua staff tampak binggung dan memanggil-manggil namaku. Namun perlahan, suara mereka menghilang dari pendengaranku. Saat aku terbangun, aku melihat tempat yang amat asing bagiku. Tempat yang benar-benar berbeda dari tempatku mengadakan konser. Aku melihat kesekeliling, dan tidak tampak tanda-tanda kehidupan orang lain selain aku.

End Flashback 

“Dimana aku?? Kenapa aku ada disini? Dimana orang-orang yang lain?” kataku sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. “HALLO!!!!” aku menjerit berharap ada seseorang yang mendengar suaraku.

Setelah lama menunggu, tidak ada satupun orang yang terlihat ataupun makhluk apapun yang terlihat. Aku kaget dengan pakaian yang aku kenakan “OMO!! Apa-apaan ini? Kenapa aku bisa memakai baju seperti ini? Aku tampak seperti karakter dalam cerita peperangan!!!!” sambil meraba-raba baju yang aku kenakan.

Aku menjadi ketakutan “Dimana aku? Dimana orang-orang yang lain? Kenapa bisa aku tampil berpakaian seperti ini?” aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri dan mulai  berdiri dan berjalan menyusuri tempat yang asing ini.

“Tampaknya saat ini aku berada dihutan, namun kenapa aku tiba-tiba bisa berada disini?” tanyaku keheranan.

DOARRR

Tiba-tiba aku mendengar bunyi ledakan yang amat menyakitkan telingaku. “Bunyi apa itu?” aku kaget dan melihat sinar putih yang amat terang menyilaukan tampak bersinar diatasku.

“Selamat datang didunia kami, wahai manusia terpilih!” suara sinar itu kepadaku.

Aku kaget dan makin binggung ‘Siapa?? Si..Siapa kamu?? Apa maumu??” tanyaku gugup.

“Hahahaha… Kamu terpilih dari sekian banyak manusia didunia. Disini kamu bisa bermain-main sepuasnya, namun dengan taruhan nyawa” kata sinar itu kepadaku.

“Yah!!! Aku tidak mau bermain-main disini!!! Cepat pulangkan aku ketempat asalku!!!” aku menjerit kearah sinar terang itu.

“Hahahaha..tidak segampang itu. Jika kamu ingin pulang ketempat asalmu, maka bertarunglah dulu melawan monster-monster ditempat ini. Jika kamu dapat mengalahkan raja monster, maka aku akan memulangkanmu ketempat asalmu dan kamu dapat memohon satu permintaan kepadaku!” kata sinar itu kepadaku.

“Yah!!! Aku hanya manusia biasa!! Mana mungkin aku bisa melawan monster??? Kau sudah gila??? Aku bisa mati!!” sambil menjerit histeris kearah sinar terang itu.

“Aku akan memberikan kamu kekuatan yang kamu inginkan sebelum kamu terpilih datang ke tempat ini” tiba-tiba sinar itu mengeluarkan sinar keemasan yang dengan kecepatan luar biasa menuju ke arahku dan menabrak lengan tanganku. Aku terjatuh karena benturan dari sinar keemasan tersebut dan mengerang kesakitan.

“Aku akan membekalimu dengan senjata agar setidaknya kamu tidak langsung mati diserang oleh monster-monster yang mungkin akan segera tahu tentang keberadaanmu saat ini” kata sinar terang itu. Aku melihat sekali lagi sinar berwarna keemasan menuju kearahku, aku menutup mata karena takut sinar itu akan menabrakku untuk kedua kali.

KLINTING

Aku mendengar bunyi benda jatuh dan menggelinding kearah kakiku. Aku membuka mata dan melihat tongkat besi.

“Aku sudah membekalimu dengan kekuatan dan juga senjata. Aku harap kamu dapat hidup hingga benar-benar dapat meminta permintaanmu. Berusahalah untuk terus hidup, karena aku tidak akan terhibur jika kamu mati. Hahahahahaha” kata sinar itu kepadaku.

“Cuihhh!! Apa maumu? Jangan bercanda dan segera pulangkan aku!!” aku mulai marah dengan sikap sinar terang itu.

“Bersiaplah karena sebentar lagi monster-monster akan mulai mencarimu! Aku tidak sekejam yang kamu bayangkan, aku akan memberikan teman-teman yang bisa kamu ajak berjuang bersama denganmu. Tapi, akan lebih mengasikan kalau kamu mencari keberadaan mereka!! Hahahaha” sinar itu tertawa dan menghilang.

“Apa-apaan ini?? Apa maksudnya? Apakah ini seperti permainan? Aku harus menyelesaikan semua permainan agar dapat kembali kedunia asalku?” aku kebinggungan dan mengambil tongkat besi yang diberi oleh sinar terang itu. Tongkat yang diberikan tampak sangat berat, awalnya aku harus beradaptasi untuk membawa tongkat besi yang berat ini. Aku melihat kearah lenganku, sinar itu menabrak lengan tangan kiriku. Aku melotot kaget karena ditanganku terdapat logo jam pasir yang berwarna keemasan.

Logo Hourglass

“Tato apa ini? Tampaknya seperti logo? Apakah ini kekuatan tersembunyi yang aku miliki?” aku keheranan melihat tato dilengan tangan kiriku. Tiba-tiba aku mendengar suara didalam hutan.

KRESSEKKK… KRESSEKKK…

“Suara apa itu? Apakah ada orang lain dihutan ini?” sambil melihat kesekitar namun tidak terlihat apa-apa.

“Kata sinar itu aku harus menemukan orang lain yang senasib denganku, aku bisa berjuang bersama dengan mereka untuk segera menyelesaikan permainan gila ini! Namun dimana aku harus mencari mereka?” aku mengerutu dan mulai menyisiri hutan. Tak lama berjalan, tiba-tiba ada makhluk semacam serigala dengan mata merah menyala menatapku dengan tajam. Makhluk itu tak sendiri, ada dua macam yang sama seperti yang aku lihat.

“Apa itu? Apakah itu monster yang dikatakan oleh sinar terang itu?” kataku sambil melihat serigala tersebut bisa berdiri seperti manusia. Serigara tersebut bisa berubah menjadi lebih kekar dan berjalan menuju kearahku. Aku mulai kebinggungan “Bagaimana ini??? Aishh!! Apa yang harus aku lakukan?? Aku tidak bisa bertarung dan tidak pernah bertarung!! Bagaimana aku bisa melawan atau mengalahkan mereka??”. Aku ketakutan dan mulai berlari secepat mungkin sambil membawa tongkat yang cukup berat.

Aku menoleh kebelakang, tampaknya monster serigala itu mengejarku. Aku melotot kaget karena monster yang memiliki tulisan REX didada mereka sudah hampir mendekatiku dan menangkapku. Aku berhenti dan mencoba mengayunkan tongkat besiku sekuat tenaga kearah mereka. Satu serigala terkena pukulan tongkatku tampak kesakitan, namun yang lain tampak ingin menyerangku. Aku binggung karena akan diserang oleh dua monster secara bersamaan.

“AHHHHHHH!!!!” aku menjerit sambil mengangkat tongkatku untuk melindungi kepalaku dari serangan Rex dan segera menutup mata. Namun, tampaknya monster tersebut tidak jadi menyerangku karena aku tidak merasakan dipukul ataupun disakiti oleh monster itu.

Aku mencoba membuka mataku “OMG!!!! Kenapa mereka?? Kenapa hanya diam dan berpose ingin mencabik-cabikku dengan cakar mereka yang tajam?” aku keheranan. Aku melihat kesekeliling tampaknya semua diam dengan posisi yang tidak sewajarnya.

“Apakah mereka membeku? Kenapa hanya diam?” aku penasaran namun dengan cepat aku sadar dan segera berlari menyelamatkan diri. Aku berlari sejauh mungkin dan tidak menoleh kebelakang. Setelah hampir 30 menit aku berlari. Aku menoleh kebelakang “Sepertinya mereka tidak mengejarku lagi?”. Aku kaget saat melihat ada buah kelapa yang mengambang seperti tampak hendak jatuh ketanah “Apa itu? Kenapa bisa melayang?” aku keheranan dan tiba-tiba “PLOK” buah kelapa itu jatuh ketanah dan aku meresakan angin sepoi-sepoi lagi.

“Apa-apaan ini? Apakah aku menghentikan waktu??” aku binggung dan mulai mengenang kembali sesaat sebelum aku pingsan. Aku teringat “Mungkin sinar terang itu telah mengabulkan permintaanku untuk menghentikan waktu” aku tersenyum.

“Kini aku harus mencari orang lain yang senasib denganku. Semoga aku bisa segera menemukan mereka. Aku tidak ahli dalam bertarung. Aku hanya bisa melindungi diri dan bertahan. Tongkat ini membantuku melawan monster, namun tidak sampai membunuh monster tersebut. Aku harus mencari orang yang memiliki tipe bertarung. Saat ini aku hanya bisa menghindar dari monster-monster itu” kataku sambil menyusuri hutan.

Setelah berjalan hampir dan berkelana selama lima hari. Akhirnya aku mendengar suara orang bertarung didekat muara sungai. “Suara apa itu? Tampaknya ada suara manusia. Apakah aku menemukan orang lain yang berasal sama dari duniaku?” aku tampak bersemangat untuk melihat dan mencari tahu. Aku menyusuri muara sungai dan melihat sesosok manusia berambut pirang sedang mengayunkan senjatanya dan menusuk Rex hingga Rex melebur menjadi debu.

“Wow..tampaknya aku sudah menemukan seorang teman! Nampaknya dia hebat, bisa bisa menggunakan senjata dan juga…wow…seperti film kartun avatar yang pernah aku lihat di TV. Dia bisa mengendalikan air dimuara sungai. Dan WOW!!! Dia bisa membekukan lima Rex sekaligus dan memecahkan mereka!!” aku tampak kagum dengan kekuatan teman yang akan berjuang bersama denganku.

Aku tersenyum seperti orang bodoh dibalik semak-semak. Tiba-tiba gadis beramput pirang itu melemparkan senjatanya kearahku dan menancap dipohon tepat disebelahku. Aku melotot kaget. “Siapa disana??? Keluarlah!! Mari bertarung denganku!!” kata gadis berambut pirang kearah persembunyianku. Aku pun keluar menemui gadis berambut pirang tersebut.

~ PLEASE DON’T REUPLOAD/REEDIT/POSTING THIS FANFIC AT ANOTHER WEBSITE! ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s